9 MASJID TERBESAR DI EROPA

Islam merupakan salah satu Agama yang memiliki jumlah penganut yang banyak di Dunia. Berdasarkan demograsi tahun 2020, jumlah penduduk dunia yang merupakan penganut Agama Islam telah mencapai 1,6 Miliar jiwa. Penyebaran Agama Islam pun tergolong yang paling cepat diantara agama-agama lainnya. Penyebaran agama islam sendiri paling banyak terdapat di wilayah-wilayah  seperti Asia Barat, Afrika Utara, dan Asia Tenggara. Tak heran jika banyak terdapat masjid-masjid besar di wilayah-wilayah tersebut.

Selain di benua Asia dan Afrika, Benua Eropa pun tak luput dari peta penyebaran Islam. keberadaan Islam di Benua Eropa tak lepas dari Invansi Kesultanan Ottoman di beberapa wilayah Benua Eropa. Meskipun jumlah penduduk muslimnya yang masih tergolong minoritas, namun banyak terdapat masjid-masjid besar dan megah di Benua yang juga dikenal dengan istilah Benua Biru tersebut. Berikut 9 masjid terbesar yang ada di Eropa.

GRANDE MOSQUE DE PARIS

masjid terbesar di eropa

Grande Mosque de Paris merupakan nama dari masjid terbesar dan termegah yang ada di Negara Perancis. Letaknya yang tepat berada di distrik Arodisemen Ve ini menjadi pusat perhatian dan daya tarik wisata di kota yang juga dikenal sebagai Kota Mode ini.Grande Mosque de Paris atau juga disebut Masjid Raya Paris ini dibangun setelah Perang Dunia I. Tak heran jika masjid ini termasu kedalam masjid yang sangat tua di Perancis.

Grande Mosque de Paris sendiri dibangun sebagai bentuk apresiasi Pemerintah terhadap penduduk muslim di Paris, atas jasa mereka yang ikut berkontribusi membantu Pemerintah Perancis pada saat Perang Dunia ke-1. Masjid yang diresmikan oleh Presiden Gaston Doumergue ini memiliki gaya arsitektue Mudejar, yaitu gaya arsitektur yang mengacu pada gaya arsitektur Liberia pada abad pertengahan, dimana desain interior dan exteriornya meniru gaya bangunan kastil-kastil kuno.

Grande Mosque de Paris dibangun pada tanggal 15 juli 1926 dengan tinggi menara sekitar 33 meter. pada saat peresmiannya, seorang Imam besar dari Aljazair, Ahmad Al-Alawi diberi sebuah kehormatan untuk menjadi imam sholat pertama di masjid ini.

LONDON CENRTAL MOSQUE

masjid terbesar di eropa

Masjid yang dibagun berdasarkan inisiatif Lord Heardly ini dibangun pada tahun 1970. Lord Heardly sendiri merupakan salah satu Tokoh Muslim yang sangat terkenal pada masa itu. London Central Mosque dirancang oleh seorang Arsitektur Inggris, Sir Frederik Gibberd yang dipilih dalam kompetisi international yang diselenggarakan oleh Kerajaan Inggris pada waktu itu.

Masjid yang memiliki kuba berlapis emas setinggi 44 meter ini dibangun dalam kurun waktu 2 tahun dan menghabiskan dana sebesar 6 miliar pondserling. Sebagian dana tersebut didapat dari donasi H.M King Faisal, Saudi Arabia dan kemudian dilengkapi oleh His Highness Sheikh Zayed, United Arab Emirates.

MASJID CENTRAL DOME GROZNY

masjid terbesar di eropa

Masjid Central Dome Grozny atau yang oleh masyarakat lokal disebut masjid Akhmad Kodyrov ini terletak di kota Gronzy, Republik Chencnya. Masjid yang dibangun pada tahun 2006 ini  sengaja dibangun untuk mengenang presiden pertama Republik Chencnya, yakni Akhmad Kodyrov yang terbunuh pada tanggal 9 Mei 2004. Masjid yang dibangun diatas lahan seluas 14 hektar dan memiliki kapasitas 15.000 jamaah ini diresmikan oleh presiden Ramzan Kodyov pada tanggal 17 Oktober 2008. Upacara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Vladimir Putin, duta besar Turky serta perwakilan dari berbagai Negara sahabat.

CENTRO ISLAMICO CULTURE D’ITALIA GRANDE MOSCHEA

masjid terbesar di eropa

Masjid yang juga dikenal dengan nama Rome Mosque atau Masjid Roma ini merupakan masjid terbesar di luar Negara Islam. Masjid ini  terletak di kawasan Acqua Acetosa, di kaki Monti Parioli, utara kota Roma dan menganut paham islam sunni dibawah kepeimpinan Abdullah Ridwan. Masjid yang memiliki kapasitas hingga 12.000 jamaah serta  luas 30.000 meter persegi ini  selesai dibangun pada tahun 1994 dan telah menghabiskan biaya hingga 40 juta pondsterling. Tidak tanggung-tanggung, masjid ini didesain oleh 4 arsitektur terkenal yaitu Paolo Portoghesi, Vittorio Gigliotti, Sami Mousawi dan Nino Tozzo.

MOSCOW CATHEDRAL MOSQUE

masjid terbesar di eropa

Di Moscow, sebutan Katedral bukan hanya disematkan pada nama sebuah gereja. Sebuah masjid besar di tengah kota Moscow pun mendapatkan sebutan yang serupa. Kebiasaan dan budaya umat Kristiani Ortodox yang menyebut gereja besar dengan istilah orthodox juga mempengaruhi penyebutan masjid besar di Moscow dengan istilah katedral pula. Moscow Cathedral Mosque atau Masjid Katedral Moskow dibangun pada tahun 1904 dan merupakan masjid tertua kedua setelah Moscow Historical mosque yang sudah dibangun 76 tahun sebelumnya.   Moscow cathedral mosque sendiri dibangun diatas lahan seluas 15.000 meter persegi dan mampu menampung hingga 6.000 jamaah.

COLOGNE CENTRAL MOSQUE

masjid terbesar di eropa

Cologne Central Mosque merupakan masjid terbesar di Jerman yang diresmikan pada tanggal 12 Juni 2017. Masjid yang dibangun atas pendanaan organisasi islam Turki ini berdiri diatas lahan seluas 4.500 meter persegi dan mampu menampung hingga 2.000 jamaah. Paul Bohmn, Perancang Masjid ini merupakan arsitek terkenal di jerman yang juga merupakan spesialis pembuat gereja. Pada saat proses pembangunannya di tahun  2011, Gereja Katolik St Theodore di Cologne juga turut mengadakan penggalangan dana untuk menyumbang pembangunan masjid ini. Cologne Central Mosque memiliki dua menara setinggi 55 meter yang berdiri di samping kanan dan kiri Cologne Central. Masjid yang memiliki dinding kaca dan dua kubah ini kini menjadi destinasi wisata yang menarik di Jerman.

SAINT PETERBURG MOSQUE

masjid terbesar di eropa

Siapapun yang mendengar nama masjid ini pasti sudah bisa menebak dimana masjid ini berada. Ya, Saint Peterburg Mosque terletak di pusat kota Peterburg Rusia. Masjid yang selesai dibangun  pada tahun 1921 ini berdiri diatas lahan seluas 6.200 meter persegi dan mampu menampung 5.000 jamaah. Rencana pembangunan masjid ini sudah ada sejak tahun 1882 yaitu pada masa Selim-Girei Tevkelev menjabat menjadi  Mufti Orenburg. Ia kemudian mengadakan kesepakatan dengan menteri Count Tolstoy untuk membangun masjid di st. Peterburg. Sebuah komite untuk mengupulkan dana pembangunan masjid dibangun pada tahun 1906 oleh Menteri Count Tolstoy. Komite yang dikepalai oleh Ahun Ataullah Bayazitov. Seorang ulama Rusia tersebut berhasil mengumpulkan dana sebanyak 750,000 rubel. Setelah pengumpulan dana selama10 tahun, akhirnya masjid Saint Peterburg berhasil dibangun. Tentunya dengan dukungan penuh oleh pemerintah dan masyarakat Saint peterburg Rusia.

SULTAN AHMED MOSQUE

masjid terbesar di eropa

Masjid Ahmed Mosque dibangun antara tahun 1609 hingga 1616 atas perintah Sulatan Ahmed, yang kemudian namanya diabadikan menjadi nama masjid tersebut. Masjid yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Biru ini terletak di kawasan tertua di Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantium. Disebut dengan Masjid Biru sebab pada interior masjid ini didominasi dengan warna biru. Masjid yang memiliki luas 4.745  meter persegi ini mampu menampung hingga 10.000 jamaah.

ISLAMISCHES ZENTRUM WIEN

masjid terbesar di eropa

Islamic Zentrum Wien atau juga disebut Masjid Islamic Center Wina dibangun selama kurun waktu 4 tahun, yakin pada tahun 1975 hingga 1979. Masjid yang dibangun dengan dana sumbangan dari Raja Saudi Arabia, Faisal Bin Abdul Aziz ini dibangun diatas lahan yang dibeli dari dana yang berasal dari 8 negara Islam di tahun 1968 dan mendapatkan dukungan dari pemerintah Austria. Peletakan Batu Pertama masjid ini dilakukan pada 28 Februari 1968, dan diresmikan pada 20 November 1979 bertepatan 1 Muharram 1400 H oleh Presiden Austria, DR. R..Kirschschlager. masjid yang didesain oleh arsitek Inggris R. Lugner ini memiliki Menara seinggi 32 meter dan Kubah 16 meter. Masjid yang berlokasi di Bruckhaufe, Vienna, Austria ini memiliki ruangan salatnya kira-kira berukuran 100 x 200 meter. Masjid itu terbagi dalam 3 lantai. Lantai basement, lantai dasar, dan lantai atas..

Iulah tadi 9 masjid terbesar yang ada di Eropa. Kita sebagai umat Islam sudah sepatutnya berbangga akan keberadaan komunitas-komunitas islam yang tersebar di seluruh dunia.

Sumber:

www.karpetpersia.com

 

 

sejarah penggunaan sajadah

INI DIA! SEJARAH PENGGUNAAN SAJADAH

Indonesia merupakan Negara yang memiliki komunitas muslim terbanyak di dunia. Sebagai Negara muslim terbesar di dunia, penggunaan sajadah sebagai alat sholat menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh warga muslimnya. Tak heran jika mayoritas warga muslim Indonesia pasti memiliki sajadah pribadi di rumah mereka. Penggunaan sajadah sebagai alas sholat sebenarnya bukanlah suatu kewajiban, namun karena sudah melekat menjadi tradisi, memiliki sajadah seakan-akan menjadi keharusan bagi warga muslim baik di Indonesia maupun Negara-negara Islam lainnya.

ASAL KATA SAJADAH

Sajadah berasal dari Bahasa Arab “Sajada, Yasjudu” yang berarti sujud. Pengambilan kata tersebut karena sajadah merupakan alat yang digunakan sebagai alas untuk  bersujud dalam sholat. Pada umumnya sajadah terbuat dari kain dengan tekstur seperti beludru dengan ukuran 90 cm x 150 cm. sajadah dengan ukuran tersebut biasanya digunakan secara pribadi dan hanya cukup untuk digunakan oleh satu orang. Motif dari sajadah pun beragam, mulai dari motif gambar mihrab, kuba masjid, ataupun motif-motif bernuansa islami lainnya.

Fungsi dari sajadah sendiri adalah sebagai alas sholat baik sholat di rumah secara munfarid maupun secara berjamaah di masjid. Di dalam Islam, hukum penggunaan sajadah sendiri adalah mubah, yakni boleh dilakukan maupun ditinggalkan. Namun kebiasaan dan tradisi yang melekat pada masyarakat, membuat penggunaan sajadah menjadi hal yang umum dilakukan. Disamping itu, Ajaran Islam yang sangat memperhatikan tentang kebersihan dan kesucian, menjadikan penggunaan sajadah sebagai alas sholat seperti suatu keharusan. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari terkena kotoran atau najis yang terdapat di lantai atau tanah, dimana kesucian tempat merupakan syarat sah sholat dilaksanakan.

ALAS SHOLAT PADA ZAMAN NABI

Pada masa Rasulullah, masjid-masjid dibangun dengan sangat sederhana dan material seadanya. Sebagai contoh Masjid Nabawi yang dibangun Rasulullah saat tiba di Madinah memiliki bentuk dan kondisi yang jauh dari kata mewah. Pada awal pembangunannya Masjid Nabawi hanya beratapkan daun kurma dan berlantaikan pasir atau tanah. Tak heran jika Rasulullah dan para sahabat menggunakan tikar dari pelepah kurma untuk menjaga pakaian dan tempat sujud yang digunakan tetap bersih dan suci. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim Abu Sa’id berkata:

دَخَلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : فَرَأَيْتُهُ يُصَلِّي عَلَى حَصِيرٍ يَسْجُدُ عَلَيْهِ

Artinya: “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salat di atas tikar, beliau sujud di atasnya.” (HR. Muslim).

Selain menggunakan tikar dari pelepah kurma, Nabi Muhammad juga menggunakan kain bercorak sebagai alas sholat beliau. Dalam sebuah Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Muslim Rasulullah SAW bersabda:

اذْهَبُوا بِخَمِيصَتِي هَذِهِ إِلَى أَبِي جَهْمٍ وَأْتُونِي بِأَنْبِجَانِيَّةِ أَبِي جَهْمٍ فَإِنَّهَا أَلْهَتْنِي آنِفًا عَنْ صَلَاتِي

Artinya: “Bawalah kain ini ke Abu Jahm dan bawakan kepadaku kain milik Abu Jahm yang tidak bercorak, karena kain yang bercorak tersebut sempat melalaikanku dari salatku (mengganggu kekhusyu’anku).” (HR.Bukhâri dan Muslim dari hadits ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma).

Kedua hadits diatas menjelaskan bahwa ada dua jenis alas sholat yang biasa digunakan oleh Nabi Muhammad dan Para Sahabat. pertama adalah alas sholat yang terbuat dari pelepah kurma, dan yang kedua adalah alas sholat yang terbuat dari kain.

ASAL MULA PENGGUNAAN SAJADAH

Awal mula penggunaan sajadah tak lepas dari Negara penghasil karpet terbaik di dunia, yakni Negara Turki. Pada abad ke-13 karpet turki atau yang jga disebut permadani di produksi  oleh masyarakat dinasti Seljuq Anatolia. Produksi permadani ini berpusat di wilayah Kayseri, Sivas, dan Konyas. Permadani Anatolia merupakan permadani yang amat terkenal di Dunia dan mengalami kejayaan selama 59 tahun, yaitu antara tahun 1243-1302.

Pada Abad ke-14, Dinasti Ottoman yang dipimpin oleh Sultan Osman I berhasil mengalahkan Dinasti  Seljuq dan mendirikan kekaisaran Islam di Anatolia. Kota Anatolia dan Bursa kemudian dijadikan pusat Kerajaan Ottoman. Kekuasan Ottoman berhasil mempengaruhi semua sector di Anatolia, tak terkecuali seni pembuatan karpet permadaninya. Motif Karpet atau permadani yang awalnya didominasi oleh gambar-gambar binatang bergeser menjadi motif Geometri. Perubahan motif karpet dari gambar binatang menjadi motif geometri tidak lain karena beberapa Ulama Islam mengharamkan gambar makhluk hidup pada sebuah objek.

Dinasti Ottoman semakin memperluas daerah kekuasaannya dan berhasil menguasai daerah-daerah di Eropa Selatan dan Afrika Utara. Salah satu negara di Afrika Utara yang berada di bawah kekuasaan Ottoman adalah Negara Mesir. Kebudayaan mesir waktu itu juga dipengaruhi oleh Dinasti Ottoman, seperti gaya arsitektur masjid, seni kaligrafi, tak terkecuali karpet permadaninya. Dari sinilah cikal bakal Sajadah berawal. Karpet Permadani yang awalnya digunakan sebagai alas lantai dan hiasan interior ruangan raja-raja dan kaum bangsawan di Anatolia, oleh Masyarakat Mesir diadaptasi dengan ukuran yang lebih kecil dan berfungsi sebagai alat sholat.

Pada sumber lain disebutkan bahwa pertama kali sajadah dibuat di Asia Tengah dan Asia Barat. Dalam sebuah kitab Rihlah Ibnu Batutah menyatakan bahwa sekitar abad ke-15, Masyarakat di pinggiran kota Kairo Mesir telah terbiasa keluar rumah untuk melaksanakan sholat jumat, sedangkan para pembantu mereka akan membawakan alas sholat atau sajadah yang terbuat dari pelepah kurma.

Pada Masa Ibnu Batutah, sajadah sudah mulai digunakan oleh masyarakat Arab. Sebagian besar sajadah tersebut diimport dari Negara-negara Eropa seperti Andalusia (Spanyol), Anatolia (Turki), serta Negara-negara Eropa lain dibawah kekuasaan Dinasti Ottoman. Seiring berkembangnya zaman, tren penggunaan sajadah pun berubah dari karpet permadani yang hanya digunakan sebagai hiasan rumah, serta alas lantai kaum bangsawan, menjadi sajadah yang digunakan sebagai alas sholat yang dimiliki secara individu.

Hingga saat ini penggunaan sajadah sebagai alas sholat pun semakin berkembang pesat. Dari alas ibadah yang dimiliki secara individu kini bergeser menjadi karpet sajadah dengan berbagai jenis. Motifnya pun sangat beragam, sajadah yang pada awal kemunculannya memiliki motif mehrab dengan garis yang mengarah ke kiblat, telah berevolusi menjadi sajadah dengan berbagai macam motif bernuansa Islami lainnya.

Penggunaan karpet sajadah di masjid-masjid pun telah menjadi tren di era modern ini. Umumnya karpet sajadah turki, kiblat permadani serta karpet sajadah dunia yang lebih diminati untuk digunakan di rumah ibadah. Penggunaan karpet sajadah turki bukan hanya digunakan untuk mengikuti tren semata, namun karpet sajadah turki memang dikenal dengan kualitas bahan serta kesempurnaan titik rajutnya yang membuatnya menjadi primadona yang tak lekang oleh zaman.

Sumber:

www.karpetpersia.com

 

baca juga:
bulan muharram

WAJIB TAU! 10 PERISTIWA BESAR YANG TERJADI DI BULAN MUHARRAM

Agama Islam memiliki sistem penanggalan dan bulan sendiri. Sistem penanggalan dalam islam disebut dengan Kalender Hijriyah. Seperti halnya kalender Masehi, dalam satu tahun kalender Hijriyah juga memiliki 12 bulan, yang diawali dengan bulan Muharram dan diakhiri dengan bulan Dzulhijjah.

Bulan Muharram merupakan bulan yang menjadi pembuka pada tiap-tiap tahun Hijriyah. Bulan ini merupakan bulan yang mulia bagi umat Islam. Bukan hanya karena kedudukannya sebagai bulan pertama, namun juga banyak peristiwa bersejerah yang dialami oleh para Nabi dan Rozul Allah terjadi di bulan ini.

Dalam sebuah Hadits Nabi dijelaskan:

إن آدم تاب الله عليه يوم عاشوراء ، ونوحاً نجاه الله يوم عاشوراء وإبراهيم نجاه الله من النار يوم عاشوراء ويونس أخرجه الله من بطن الحوت يوم عاشوراء ويعقوب اجتمع بيوسف يوم عاشوراء والتوراة نزلت يوم عاشوراء

“Sesungguhnya Allah menerima taubat Nabi Adam pada hari ke-10 bulan Muharram, Allah menyelamatkan Nabi Nuh pada hari ke-10 bulan Muharram, Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api pada hari ke-10 bulan Muharram, Allah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan besar pada hari ke-10 bulan Muharram, Nabi Ya’qub berkumpul dengan Nabi Yusuf pada hari ke-10 bulan Muharram, serta At-Taurah diturunkan pada hari ke-10 bulan Muharram.”

Dalam Hadits diatas dijelaskan bahwa Allah menerima taubat Nabi Adam di bulan Muharram. Taubat Nabi Adam tersebut berkenaan dengan peristiwa dimana Nabi Adam diusir dari Surga sebab memakan buah larangan, yang tidak lain adalah buah khuldi. Setelah memakan buah tersebut, Nabi Adam dan Ibu Hawa diturunan ke bumi, namun dengan lokasi yang berbeda dengan jarak ribuan kilo meter. Nabi Adam diturunkan di sebuah puncak gunung samanala yang sekarang ini masuk ke dalam wilayah Sri Langkah, sedangkan ibu Hawa diturunkan di Jeddah Arab Saudi. Setelah berpisah selama 40 hari, Nabi Adam kemudian bertaubat dan berdoa kepada Allah. Allah pun menerima taubat Nabi Adam dan mempertemukan kembali Nabi Adam dan Ibu Hawa di Jabbal Rahmah Mekkah yang bertepatan pada bulan Muharram.

Peristiwa kedua yang disebutkan dalam Hadits Nabi diatas adalah peristiwa selamatnya Nabi Ibrahim dari pembakaran Api setelah beliau menghancurkan berhala-berhala di kuil Babylon. Setelah rakyat Babylon mengetahui perbuatan Nabi Ibrahim yang menghancurkan berhala-berhala sesembahan mereka, Rakyat Babylon pun menangkap dan mengikat Nabi Ibrahim di tengah kayu pembakaran. Nabi Ibrahim pun dibakar selama 40 hari. Atas izin Allah, di hari ke 41 Nabi Ibrahim dibebaskan dari Api pembakaran tersebut, dan Nabi Ibrahim keluar dalam keadaan masih hidup. Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari pembakaran yag dilakukan rakyat Babylon pada tanggal 10 bulan Muharram.

Peristiwa ketiga yang terjadi di bulan Muharram berdasarkan Hadits Nabi adalah diselamatkannya Nabi Nuh dan umatnya dari banjir bandang. Sejarah menyebutkan bahwa umat Nabi Nuh yang membangkang diberi adzab berupa banjir bandang yang menenggelamkan mereka. Hanya Nabi Nuh dan 70-80 pengikutnya lah yang selamat dari banjir tersebut. Hari dimana Allah menyelamatkan Nabi Nuh dari banjir bandang dengan menaiki Bahtera yang besar tersebut terjadi pada tangga 10 Muharram.

Peristiwa keempat yang terjadi di bulan Muharram adalah keluanya Nabi Yunus dari perut ikan paus. Akibat meninggalkan umatnya, Allah menghukum Nabi Yunus dengan mengutus ikan paus untuk memakan Nabi Yunus. Namun atas izin Allah, meskipun berada di dalam perut ikan paus, selama 40 hari, Nabi Yunus tetap bertahan hidup. Kemudian pada tanggal 10 Muharram Allah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan paus.

Peristiwa yang terjadi di bulan Muharram selanjutnya adalah berkumpulnya Nabi Yakub dan putranya Nabi Yusuf setelah berpisah selama 40 tahun. Sebab kesabaran dan keikhlasan Nabi Yusuf dan Nabi Yakkub, akhirnya mereka dipertemukan kembali di Negeri Mesir pada tanggal 10 Muharram.

peristiwa terakhir yang terjadi di bulan Muharram berdasarkan Hadits Nabi adalah turunnya kitab taurat. Kitab taurat merupakan salah satu dari 4 kitab suci Allah. Kitab Taurat sendiri diturunkan kepada Nabi Musa AS, yang merupakan Nabi ke-14 setelah Nabi Syuaib. Nabi Musa diutus untuk menyampaikan risalah kenabian kepada rakyat Mesit. Selain diutus untuk menyampaikan Risalah Kenabian, Nabi Musa juga diutus untuk membebaskan Bani Israil yang diperbudak oleh Raja mesir dan membawa mereka menuju tanah kemenangan yang telah dijanjikan Allah. Ketika berdakwa pada Rakyat Mesir Nabi Musa dibekali sebuah kitab suci yang tidak lain adalah kitab Taurat. Kitab Taurat tersebut turun pada tanggal 10 Muharram.

Itulah tadi peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada bulan Muharram. Peristiwa tersebut bukan hanya diceritakan sebagai sejarah namun juga sebagai media bermuhasabah, sehingga umat Islam semakin memuliakan bulan Muharram.

Sumber:

www.karpetpersia.com

baca juga: